Sabtu, 08 Juni 2013

Pantang Mundur

Hidup tidak dapat diulur
Apalagi bergerak mundur
Seiring bertambah umur
Tetap melaju meski babak belur
Di jalan yang dilalui tak terukur
Selalu persiapkan hati yang bersyukur

Minggu, 26 Mei 2013

Mesin Ketik

Hidup bagaikan mengetik dengan mesin ketik
Tidak berhenti mengetik meski sudah titik

Jumat, 24 Mei 2013

Jenuh

Tumbuh begitu saja
Tanpa punya tujuan
Bagai air mengalir
Entah bermuara ke mana
Tak tentu arah
Seperti aku ini
Bingung harus bagaimana
Jenuh ku rasakan
Dunia ini tak begitu berwarna
Hidupku tak bersemangat
Namun mati pun bukan solusi
Setiap hal yang ku lakukan
Tak pernah terbaik
Beritahu aku
Cara mengisi waktu
Tanpa kurasakan jenuh

Selasa, 01 Januari 2013

Rasanya Berpisah

Hai...
Apa kabarmu di sana?
Rasanya sudah sangat lama
Tak mendengar suaramu
Apalagi kabarmu
Ku harap engkau kan selalu baik

Hai...
Apa kau lihat langit di atas?
Langit semakin sering galau
Tak cerah, juga tak berkilau
Ku harap engkau tak begitu

Pernahkah kau mengukur...
Seberapa jauh jarak di antara kita?
Ku hanya ingin mengetahui
Mengapa sulit untuk bertemu lagi

Rasanya memang akan sampai di saat-saat...
Jarang untuk bertemu lagi
Jarang untuk bercakap lagi
Jarang untuk bertengkar lagi

Rasanya memang akan sampai di saat-saat
Tak ada waktu untuk bersama lagi

Kita telah sampai di persimpangan jalan
Menuju ke jalan pilihan masing-masing
Kau beserta teman impianmu yang baru

Dan, ku kan selalu mengenang cara kita bertemu
Hanya saja,
Ku tak pernah mau mengingat cara kita kan berpisah
Karena memang belum pernah
Atau ku harap tak pernah ada
Perpisahan di antara kita

Semoga kelak kita kan bertemu lagi
Suatu hari nanti
Suatu hari pasti




Semua orang pada dasarnya tak menyukai perpisahan. Jadi, jangan meinggalkan seseorang tanpa kesan di hatinya.

Sabtu, 25 Agustus 2012

Tak Ada Kita

Awal yang terbaik
Ingin kuberi
Namun yang terburuk
Selalu menghampiri

Satu janji yang terucap dulu
Kini menghilang bagai angin lalu

Kereta ini membawaku berjalan
Tapi kau diam di situ
Aku dan kau tinggalkan kenangan
Aku dan kau tak bersatu

Kita tak lagi berbagi
Kita tak ada lagi

Puisi di atas adalah salah satu puisi yang juga dimuat di majalah SMA saya dulu. Ceritanya menggambarkan tentang usaha keras yang tidak kunjung membuahkan hubungan yang semestinya sehingga akhirnya yang terjadi adalah perpisahan. Puisi ini sebetulnya terinspirasi setelah saya menghayati lagu Jikustik "Aku, Kau, dan Kereta". Mungkin ini versi lain dari lagu tersebut.

Kamis, 23 Agustus 2012

Rintihan Langit

Namaku Langit
Dan kau adalah Bumi

Ciptaan rahim yang sama
Rahim Sang Pencipta
Tapi tak pernah bersama
Jarak panjang memisahkan kita

Mengapa kita tercipta bersama...
Bersama hanya untuk terpisah jauh?

Hanya saling menatap, melihat, memandang
Dan kusimpan rasa sesal
Mengapa kita tak bisa memiliki?

Ku melempar senyum dalam rupa sang awan putih
Dan kau tak pernah membalas...
Kau lebih terpesona dengan Bunga

Saat senyum hilang, datanglah mendung
Karena air mata yang tak kuasa kubendung
Lalu hujan turun
Membasahi tanah keringmu

Telah kukirim sejumput bisikan
Bersama air mataku itu
Tidakkah engkau meresapi?
Setetes demi tetes nada kerinduan
Yang keluar dari senyum pahitku

Ku tahu engkau merasa
Tetapi kau tidak meraba
Semua yang kudamba

Dikau menari-nari saja bahagia
Di antara pepohonan
Tapi dikau tidak pernah memahami
Air mataku bukan untuk Bunga yang hidup di atas tanahmu
Melainkan untukmu saja

Entah berapa banyak pengorbanan
Yang telah kutuang habis untukmu
Hanya demi kau bahagia
Bahagiamu yang bukan untukku

***

Namaku Langit
Dan kau adalah Bumi
Kenapa tidak bisa sedikit saja
Kita mendekat lebih dekat

Mengapa kita tercipta bersama...
Bersama hanya untuk terpisah jauh?

Minggu, 26 Juni 2011

Sahabat Psikologi

Jiwa itu raga yang halus
Tak terbaca, tak terlihat, tak mudah kumengerti
Yang gampang terombang-ambing oleh arus
Tapi kuyakin psikologi bantu pahami itu

Sahabat psikologiku,
Masa lalu itu terkadang menyakitkan, biarkan berlalu
Kita harus lebih kuat daripada mereka
Yang senyumnya hampir hilang dan terluka

Jadilah harapan bagi semua
Dan leburlah ke dalam rasa cinta
Anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua
Semuanya butuh uluran tangan kita

Pancarkan kebahagiaan keluar
Buat dirimu bagai mercu suar
Bagi yang perlu arah dan bimbingan
Tuhan Mahatahu… Dia pasti kan balas kebaikanmu

Sahabat psikologiku,
Kitalah perawat jiwa-jiwa yang rapuh
Kita bentuk mereka supaya tangguh
Hadapi jalan yang tajam dan berliku

Mari belajar mengerti lalu berempati
Masalah mereka juga masalah kita
Mengabdi untuk sesama setulus hati
Dengan psikologi wujudkan dunia yang lebih indah

Sebuah puisi untuk mengilhami insan psikologi Indonesia. Puisi ini pernah dijadikan sebagai tugas Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Psikologi Pengembangan Kreativitas, dan syukurlah dapat nilai A. Puisi yang dicantumkan di blog ini sedikit mengalami revisi beberapa kata dari puisi aslinya.